Abstract :
PERANAN DISASTER VICTIM IDENTIFICATION [DVI] DALAM
MENGIDENTIFIKASI KORBAN GEMPA
David Evando Firghien1
, Uning Pratimaratri1
, Yetisma Saini1
,
1
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bung Hatta
e-mail : davidevando1994@gmail.com
ABSTRAK
Tim Disaster Victim Identification memiliki tugas dan wewenang diatur
dalam Pasal 8 Peraturan Kapolri No 12 Tahun 2011 tentang Kedokteran
Kepolisian. Kasus gempa bumi di Sumatera Barat pada 30 September 2009.
Tim DVI melakukan identifikasi terhadap para korban gempa. Rumusan
Masalah 1. Bagaimanakah peranan Tim Disaster Victim Identification (DVI)
dalam mengidentifikasi korban gempa di Sumatera Barat? 2. Apakah
hambatan yang ditemui Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam
melaksanakan identifikasi korban gempa di Sumatera Barat? Penelitian ini
menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Sumber data adalah data primer
dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melakukan wawancara dan
studi dokumen, data dianalisis secara kualitatif. Simpulan penelitian (1).
Peranan Tim DVI mendatangi TKP, memfoto para korban, korban
dimasukkan ke kantong jenazah agar dibawa ke rumah sakit, setelah itu
dilakukan pengidentifikasian, setelah itu dilakukan pengawetan, dan diletakan
diruang beku. Pada prinsipnya DVI terdiri atas 5 fase, yaitu the scene,
postmortem, antemortem, reconciliation, dan debrifieng (2) Tim DVI
menemukan kendala pada korban gempa bumi. Identifikasi memakan waktu
yang cukup lama. Kesulitan dalam proses pengidentifikasian korban yang
tertimpa bangunan yaitu terjadinya ke tidak seimbangan antara tenaga medis
yang dimiliki aparat kepolisian dengan jumlah korban yang banyak untuk
menyelesaikan proses identifikasi. Kurangnya personil yang melakukan
pencarian terhadap korban gempa.
Kata Kunci :Peranan, Disester Victim Identification, Korban, Gempa