Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Reza Marzuki Putra, Reza
Mirza Zoni, S.T, M.T, Mirza
Subject
TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Datestamp
2022-03-18 01:33:11
Abstract :
Baterai merupakan komponen penting dalam pemasangan instalasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid sebagai Energy Storage System (ESS) yang dihasilkan dari Solar PV ketika siang hari. Karena Massa pakai dan usia layak pakai baterai dipengaruhi banyak faktor maka dari itu pentingnya menggunakan BMS (Battery Managemenst System) pada sistem charging dan discharging pada baterai yang menggunakan Solar Cell sebagai sumber utama pengecasan, dikarenakan BMS dapat menjaga baterai dari Overcharge dan Overdischarge yang mengakibatkan pendek nya umur dari baterai, disamping menggunakan Battery Managemenst System (BMS) pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menggunakan Solar Charge Controller (SCC) merupakan salah satu cara terbaik dalam memanajemen Charge dan Discharge baterai, dalam kasus penelitian ini, baterai menggunakan double protect , yaitu dari BMS dan SCC, Faktor lain nya yaitu dengan mencari tingkat persentase rata-rata Depth of Discharge (DoD) dan banyaknya siklus harian yang dipakai oleh baterai selama pemakaian. Jenis baterai yang di pakai adalah Lithium Iron Phosphate (LiFePo4) dengan kapasitas nominalnya adalah sebesar 230,4 Watt yang dirangkai sebanyak 12 sel baterai, masing-masing baterai berkapasitas 3,2 V 6Ah yang disusun secara seri parallel sehingga menghasilkan tegangan sebesar 12V 18 Ah. Didapatkan perkiraan tingkat persentase Depth of Discharge (DoD) sebesar 14,24%, jumlah siklus yang sudah terpakai sebanyak 20 kali siklus dan rata-rata siklus harian adalah 1 siklus dan didapatkan Lifecycle baterai sebanyak 2.177 hari / 5 Tahun 3 Bulan 2 Hari.
Kata Kunci : Baterai; BMS; Overcharging; Overdischarging; DoD