Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Selly, Yosa Windysari
Irma, Irma
Oslan, Amril
Subject
PN Literature (General)
Datestamp
2021-05-27 07:48:45
Abstract :
Penelitian ini menganalisa mengenai fungsi matcha atau the hijau bubuk
dalam kuliner Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dari
matcha yang digunakan oleh masyarakat Jepang sebagai sajian makanan dan
minuman selain sebagai bahan untuk chanoyu. Teori penelitian yang digunakan
adalah teori kebudayaan dari Koentjaraningrat (1985:180) dan Peursen (1976:11),
teori perubahan budaya dari Haviland (1995: 351) dimana terdapat faktor-faktor
perubahan budaya dari Harsoyo (1967: 112) untuk menganalisa fungsi matcha
atau the hijau bubuk dalam kuliner Jepang. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa
matcha dikenal sebagai bubuk the hijau yang super. Dikatakan juga bahwa
matcha lebih efektif untuk menambahkan energi mental dan kandungan
antioksidan yang berguna meningkatkan metabolisme tubuh dan kulit serta
menaikan kekebalan tubuh dibandingkan dengan the lainnya. Matcha menjadi
salah satu budaya kuliner dewasa ini karena memiliki rasa umami yang unik,
memiliki karakter rasa yang kuat dan unik seperti rasa pahit ketika pertama kali
tercecap namun membuat orang yang memakannya merasa enak, warna hijau
yang menyegarkan mata, serta memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk
kesehatan. Karena itu, selain menjadi bahan minuman, matcha kini sudah menjadi
salah satu bahan masakan yang sering digunakan untuk membuat desserts.
Kata kunci: Matcha, Teh Hijau Bubuk, Kuliner Jepang.
UNIVERSITAS