Institusion
Universitas Bung Hatta
Author
Yeni, Saputri
Yusra, Yusra
Subject
SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Datestamp
2022-08-03 04:57:33
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Good Manufacturing
Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) dalam
proses pengolahan ikan Teri (Stolephorus sp.) di SP3N. Diharapkan dengan
adanya penelitian ini dapat memberikan informasi bagi perusahaan pengolahan
dan dapat menjadi bahan masukan dalam penerapan GMP dan SSOP agar dapat
berjalan lebih baik.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif.
Penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi dan survei, menggunakan
kuesioner dan wawancara kepada pemilik usaha pengolahan ikan di Sentra
Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo (SP3N). Penilaian tingkat penerapan GMP
dan SSOP sesuai Permenperin No 75/M-IND/PER/7/2010.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa proses pengolahan ikan Teri asin di
SP3N diawali dengan penerimaan bahan baku, sortasi, pencucian, perebusan,
penirisan, penjemuran, sortasi produk akhir, dan dikemas. Dalam penerapan
GMP, saat ini SP3N belum memenuhi persyaratan aspek-aspek Cara Produksi
Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian
Republik Indonesia Nomor 75/MIND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara
Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practice). Apabila
dinilai dari kondisi lokasi dan bangunan yang belum sesuai dengan ketentuan
yang ada.
Bangunan unit pengolahan seharusnya di rancang atau ditata dan
mempunyai batas yang jelas sehingga tidak mengganggu kelancaran dalam
penanganan dan pengolahan serta menghindari terjadinya kontaminasi karena lalu
lintas karyawan atau kontaminasi silang karena antara produk akhir dengan bahan
baku. Diketahui pula bahwa tempat pengolahan ikan Teri asin masih kurang
bersih serta sanitasi seadanya. Proses pencucian ikan yang dilakukan oleh
karyawan dilakukan tidak dengan air mengalir dan dilakukan berulang kali tanpa mengganti dengan air baru pada pencucian selanjutnya. Hal itu akan
menyebabkan penurunan mutu ikan olahan. Selain itu saluran air pembuangan
tidak mengalir dengan baik. Penjemuran ikan dilakukan di atas para-para namun
terkadang sering dihinggapi lalat bahkan kucing yang naik ke atas para-para untuk
memakan ikan. Lokasi di sekitar tempat penjemuran kurang bersih. Setelah ikan
kering, ikan disortasi di lantai tanpa menggunakan alas apapun.
Masih rendahnya penerapan GMP dan SSOP pada Sentra Pengolahan
Perikanan Pasia Nan Tigo (SP3N) diduga karena rendahnya tingkat pengetahuan
pengolah tentang pengaruh mutu bahan baku, proses pengolahan, sanitasi dan
hygiene bahan, pekerja, peralatan dan lingkungan akan berpengaruh terhadap
mutu produk yang dihasilkan. Rekomendasi tindak lanjut/perbaikan merupakan
usulan untuk memperbaiki atas aspek-aspek GMP dan SSOP yang tidak sesuai
dengan pedoman CPPOB yang belum dilakukan oleh perusahaan pengolah
dengan harapan dapat segera ditindak lanjuti untuk keamanan mutu produk yang
dihasilkan.