Abstract :
ARI TRI SULISTYOHARI. ?Hubungan Motivasi Pengawas Menelan Obat
(PMO) dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Rumah Sakit Panti
Wilasa Dr. Cipto Semarang Periode Januari sampai dengan Juni 2023.
Latar belakang: Pengobatan Tuberkulosis sering terkendala kurangnya
kepatuhan penderita Tuberkulosis minum obat anti Tuberkulosis. Motivasi
pengawas menelan obat (PMO) diperlukan penderita untuk keberhasilan
pengobatan.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi Pengawas
Menelan Obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis di wilayah
kerja RS. Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan rancangan
cross sectional. Populasi dalam penelitian semua pengawas menelan obat (PMO)
dengan usia 21-60 tahun sebanyak 260 orang yang mendampingi penderita
Tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan di RS Panti Wilasa Dr. Cipto
Semarang. Sampel yang digunakan berjumlah 104 diambil dengan teknik simple
random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data dilakukan
dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai p-value= 0.608 > 0.05, hal tersebut
diartikan tidak terdapat hubungan motivasi pengawas menelan obat (PMO)
dengan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis di RS. Panti Wilasa Dr. Cipto
Semarang.
Kesimpulan dan saran: Tidak terdapat hubungan antara motivasi pengawas
menelan obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis di RS. Panti
Wilasa Dr. Cipto Semarang. Disarankan untuk keluarga dan masyarakat, dapat
membimbing dan mengawasi langsung kepatuhan penderita dalam menjalankan
pengobatan serta memberikan motivasi agar penderita Tuberkulosis paru jangan
sampai putus dalam menjalankan pengobatan.
Kata Kunci: Motivasi ? Pengawas Menelan Obat - Tuberkulosis
xiv + 70 hal + 12 tabel + 2 skema + 17 lampiran
Kepustakaan: 39, 2000-2022