Abstract :
MADE CHARITA DELAYANTI . Efektivitas AromaTerapi Jasmine terhadap
Tekanan Darah pada pasien dengan Diagnosa Hipertensi Di Ruang Intensive
Coronary Care Unit (ICCU): Studi Kasus
Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di Asia Tenggara pada tahun 2018
mencapai 36%. Pada tahun 2018 pravalensi hipertensi di Indonesia mencapai
34,1% dan populasi pada usia diatas 18 tahun 25,8%. Sekitar 60% penderita
hipertensi berakhir pada stroke (Kemenkes RI, 2019). Pravelensi hipertensi di
Jawa Tengah tahun 2018 sebanyak 57,1%, berdasarkan jenis kelamin presentase
hipertensi pada kelompok perempuan sebesar 15,84% lebih tinggi dari pada lakilaki
sebesar 14,15%. Selain itu, diketahui sebesar 13,3% orang yang terdiagnosis
hipertensi tidak minum obat serta 32,3% tidak rutin minum obat dikarenakan takut
akan efek samping dari obat. Aromaterapi dapat menjadi salah satu
penatalaksanaan nonfarmakologis untuk manajemen kesehatan. Salah satunya
menggunakan jasmine aroma relaksasi yang mampu membantu dalam
vasodilatasi pembuluh darah sehingga mampu membantu dalam penuruanan
tekanan darah
Gejala Utama : Bp. T mengatakan nyeri dada menjalar ke leher dengan nyeri
seperti tertekan skala 3 sejak tanggal 21 Agustus, pasien mengatakan nyeri makin
memberat saat beraktivitas berlebih, tekanan darah pasien 180/110mmHg.
Intervensi utama yang dilakukan adalah pemberian aromaterapi jasmine terhadap
tekanan darah. Hasil pengukuran tekanan darah post-intervensi didapati terjadi
penurunan tekanan darah.
Kesimpulan : Terdapat penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah
diberikan intervensi aromaterapi jasmine
Kata kunci: hipertensi ? aromaterapi jasmine
Xiii + 86 halaman + 8 tabel + 4 gambar + 3 lampiran
Kepustakaan : 19, 2014 -2019