Abstract :
Septina Dwi Anggraeni. Faktor yang behubungan dengan perilaku lansia dalam
mengatasi Hipertensi di Desa Boto Dayaan Rongkop Gunungkidul tahun 2016.
Latar belakang: Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun.
Pada lansia dengan bertambahnya usia menimbulkan berbagai penyakit seperti
Hipertensi. DIY pada tahun 2012 penyakit hipertensi berjumlah 29.546 kasus dengan
menduduki peringkat ketiga. Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar merupakan
hipertensi sistolik terisolasi (HST),
Tujuan : mengetahui Faktor yang behubungan dengan perilaku lansia dalam mengatasi
Hipertensi di Desa Boto Dayaan Rongkop Gunungkidul tahun 2016.
Metode : menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Pengambilan data menggunakan
kuesioner, analisa data menggunakan chi-square.
Hasil : sebanyak 27 lansia (58,8%) dalam perilaku baik, 14 lansia (30,4) dalam perilaku
cukup, 5 lansia (10,8) dalam perilaku kurang. Ada tiga faktor yang berhubungan yaitu:
pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai.
Kesimpulan : terdapat hubungan faktor pengetahuan dengan perilaku, terdapat
hubungan faktor sikap dengan perilaku, terdapat hubungan faktor nilai-nilai dengan
perilaku, hasil uji keeratan menunjukan bahwa ketiga faktor memiliki keeratan yang
sama yaitu keeratan agak rendah.
Saran : Bagi Desa Boto Dayaan diharapkan memiliki posyandu lansia agar lansia dapat melakukan kontrol rutin setiap bulannya dan bagi lansia di Desa Boto dayaan agar tetap mempertahankan kesehatannya dengan cara hidup sehat.
Kata kunci : Lansia hipertensi, Perilaku, faktor-faktor
xviii +97 hal + 16 lampiran + 22 tabel + 2 skema
Kepustakaan : 26, 2007-2014