Abstract :
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa
transisi ini seringkali menghadapkan individu yang bersangkutan kepada situasi yang
membingungkan, di satu pihak ia masih anak-anak, tetapi dilain pihak ia harus bertingkah
laku seperti orang dewasa. Remaja sebagai individu sedang berada dalam proses
berkembang atau menjadi (becoming), berkembang kearah kematangan atau
kemandirian. Pada perkembangan yang tidak adekuat sering kali berakibat
munculnya perilaku yang menyimpang salah satu perilaku tersebut remaja
mengkomsumsi minuman keras atau miras. Tingginya perilaku mengkonsumsi
minuman keras pada remaja harus diantisipasi, salah satunya dengan mengetahui
persepsi pada remaja, karena persepsi dari remaja tersebut akan mempengaruhi
perilakunya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan persepsi tentang
minuman keras dengan perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja di
Desa Runtu. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan
Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Desa Runtu
yang berjumlah 50 remaja. Teknik sampling yang digunakan total sampling.
Variabel independen penelitian ini adalah persepsi tentang mengkonsumsi
minuman keras sedangkan variabel dependen adalah perilaku mengkonsumsi
minuman keras. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis
menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki
persepsi positif 23 remaja (46%), dan negatif 27 remaja (54%). Responden yang
memiliki perilaku mengkonsumsi 42 remaja ( 84%) sedangkan yang tidak
mengkonsumsi 8 remaja (16%). Uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai
signifikansi ? = 0,001 < ? (0,05), sehingga Ho ditolak dan H1 diterima.
Kesimpulannya adalah ada hubungan persepsi tentang minuman keras dengan
perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja di Desa Runtu.
Kata kunci : Remaja, perilaku mengkonsumsi minuman keras, persepsi