Abstract :
Pendahuluan :Mikroorganisme yang biasanya di identifikasi pada laboratorium salah satunya jamur. Jamur yang bersifat merugikan yaitu jamur Aspergillus flavus. Jamur ini menghasilkan toksik yang disebut aflaktoksin. Media yang biasanya digunakan kultivasi yaitu PDA, media tersebut dibuat oleh pabrik-pabrik dan harganya mahal. Sehingga perlu alternatif media lain yang menggunakan bahan baku lain yaitu kacang hijau. Tujuan : dari penelitian ini, mengetahui pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media dengan bahan baku kacang hijau. Metode : Menggunakan deskriptif observasional. Sampel menggunakan jamur Aspergillus flavus. Alat ukur yang digunakan mikroskopis dan makroskopis. Parameter yang digunakan ciri-ciri makroskopis dan mikroskopis. Skala data menggunakan ordinal. Inokulasi jamur Aspergillus flavus menggunakan metode single dot. Analisa data, memberikan penilaian cara ada tidaknya pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Dan penyajian data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil :Pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media kacang hijau (A1,A2,A3 dan A4) tumbuh positif terdapat jamur dengan ciri-ciri makroskopis berwarna hijau kekuningan dan berbentuk kapas dan mikroskopis terdapat kepala konidia bulat, konidovor panjang dan hifa bersekat. Didalam kacang hijau memiliki nutrisi yang dapat menumbuhkan jamur yaitu karbohidrat, asam amino esensial, asam amino nonesensial.Kesimpulan : Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jamur Aspergillus flavus dapat tumbuh pada media alternatif kacang hijau dan dapat membantu diagnosa penyakit Aspergillosis. Saran : Bagi tenaga laboratorium maupun tenaga kesehatan lainnya diharapkan dapat menjadikan kacang hijau sebagai media alternatif pertumbuhan jamur.
Kata Kunci: Media kacang hijau, Aspergillus flavus