Abstract :
Anak Usia Sekolah adalah anak yang berusia 6-12 tahun .Pada masa ini anak
anak suka bermain dengan posisi sangat berdekatan satu sama lain, menggunakan
tangan untuk meletakkan suatu benda di mulutnya, makan dan membuang ingus.
Kondisi tersebut dapat berdampak pada tingginya kejadian infeksi pada anak usia
sekolah karena mudahnya penyebaran beberapa penyakit infeksi melalui tangan.
Tingginya angka penyebaran infeksi yang terjadi di lingkungan sekolah
menimbulkan kecemasan para orang tua, mengganggu konsentrasi belajar anak
dan 3 berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap hasil belajar anak.
Tingginya angka tidak mencuci tangan setelah aktivitas harus di antisipasi, salah
satunya dengan mengaktifkan peran orang tua.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian
kuantitatif dengan deskriptif analitik dengan metode cross-sectional. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1,2,3 4 dan 5 di Sekolah Dasar Negeri 4
kumpai batu bawah sebanyak 34 siswa. Teknik sampling yang di gunakan total
sampling. Variabel Independen Peran orang tua sedangkan variavel dependen
adalah kepatuhan mencuci tangan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
dan dianalisis menggunakan uji Chi Square.
Hasil menunjukan responden memiliki peran aktif orang tua sebanyak (88,2 %)
30 orang, dan kurang aktif sebanyal (11,8%) 4 orang. Responden kepatuhan anak
dalam mencuci tangan , patuh (82,4 %) yaitu sebanyak 28 orang.Tidak Patuh
sebanyak (17,6%) yaitu 6 orang. Uji Square menunjukan bahwa nilai signifikani p =
0,001 < a (0,05), Sehingga Ho ditolak dan H1 di terima.
Kesimpulan adalah ada hubungan peran orang tua dengan kepatuahn mencuci
tangan menggunakan sabun pada anak usia sekolah di SDN 04 Kumpai Batu
Bawah, Kec. Arut Selatan, Kab. Korawaringin Barat
Kata kunci : Peran, Kepatuhan