Abstract :
Pendahuluan: Petis udang merupakan hasil pengolahan kaldu atau sari udang yang berwarna
coklat atau kehitaman dan mempunyai aroma yang khas. Biasanya bahan baku pembuatan
petis udang adalah kepalanya bukan udang utuh, karena kepala udang memiliki kandungan
kaldu yang tinggi. Kepala udang di giling dan di beri air secukupnya kemudian di peras. Kaldu
yang terkumpul di masak dalam waktu yang cukup lama. Dalam pemasakan tersebut juga di
tambahkan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, garam dan beberapa bumbu
lainnya.petis yang disimpan terlalulama memungkinkan petis terkontaminasi oleh bakteri atau
mikroborganisme. Karena petis mengandung karbohidrat dan kadar gula yang tinggi akan
dijadikan sebagai sumber energi untuk pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui jamur yang ada pada petis udang yang dijual di pasar Citra Niaga Jombang.
Metode: metode penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi sampel dari pasar Citra Niaga
Jombang. Sampel di ambil menggunakan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini
menggunakan seluruh petis yang di jual di pasar Citra Niaga Jombang. Pengolahan data dalam
penelitian ini menggunakan editing dan tabulating. Kesimpulan: dari penelitian ini di dapatkan
kesimpulan hampir seluruh petis udang di pasar Citra Niaga Jombang terkontaminasi jamur
54,0 % positif Aspergillus sp, 23,0% positif Penecillium sp. Pada penelitian ini kontaminasi
jamur Aspergillus sp lebih tinggi dikarenakan jamur Aspergillus tersebut umumnya tersebar
melalui udara dan dapat dengan muda mengontaminasi makanan . pertumbuhan jamur
Aspergillus juga cenderung cepat pada media SDA (sabourraud dextrose agar) yaitu pada hari
ke-3 setelah penanaman.
KATA KUNCI: Alfatoksin,jamur, petis udang,identifikasi