Institusion
STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Author
Nurhandayani, Wulan Riski
Subject
RT Nursing
Datestamp
2021-01-13 03:51:40
Abstract :
Pendahuluan: Anak usia prasekolah yang memiliki permasalahan pada perkembangannya
cenderung berperilaku norformatif, seperti penakut, agresif, terisolasi dan bergantung kepada
orang lain. Masalah perkembangan yang tidak segera diatasi akan berpengaruh pada tahap
tumbuh kembang selanjutnya. Anak akan kesulitan dalam berbagai tuntutan kelompok dan
mengalami gangguan pembentukan konsep diri. Tujuan: Untuk menganalisis stimulasi
terapi bermain pada anak usia prasekolah berdasarkan studi empiris lima tahun terakhir.
Desain: Literature review. Sumber data: pencarian artikel melalui database Proquest,
EBSCO, Google Scholar dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris antara tahun 2015
sampai 2020. Metode: Strategi pencarian artikel menggunakan PICOS framework dengan
keyword yang disesuaikan dengan penulisan. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan
eksklusi sebelum dilakukan review. Hasil: 11 artikel dipilih dan dikategorikan sesuai
karakteristik. 10 artikel tentang perkembangan sosial (Agung, 2018; Dewi et al., 2017;
Firnawati et al., 2017; Jenkins, 2017; Sari, 2018; Smogorzewska & Szumski, 2018;
Wahyuni, 2018; Wirman, 2019; Yauri et al., 2018; Yudiernawati, 2017), dan 1 artiel tentang
perkembangan kognitif (Gur & Kocak, 2018). Kesimpulan: Kesimpulan dari literature
review tersebut menunjukkan bahwa beberapa jenis stimulasi terapi bermain selama ini yang
paling banyak digunakan dalam menstimulasi perkembangan anak dengan persentase paling
banyak yaitu hampir seluruhnya sebesar 90% pada perkembangan sosialnya seperti bermain
peran, bermain bentengan, PT/SC, bermain konstruktif, assosiatif play, dan bermain puzzle.
Sedangkan hanya sebagian kecil dengan persentase 10% pada perkembangan kognitif
menggunakan stimulasi TMPT program. Saran: Kepada guru untuk menerapkan stimulasi
terapi bermain yang paling efektif sesuai kebutuhan perkembangan anak usia prasekolah.
Kata kunci: Anak usia prasekolah, perkembangan, stimulasi terapi bermain.