Abstract :
Pendahuluan: Penyakit T2DM merupakan penyakit kompleks dan multifaktorial yang
menyebabkan gangguan metabolisme sehingga terjadi resistensi insulin pada jaringan
perifer. Maka timbul terjadinya masalah ketidakpatuhan dan kurangnya aktivitas
menyebabkan komplikasi mikroangiopati atau makroangiopati. Tujuan:, Menganalisis
management konseling pada penderita T2DM berdasarkan study empiris lima tahun terakhir.
Desain: Literature Review, Sumber data: Pencarian menggunakan database Porquest,
PubMed Central, Google Scholar, artikel dengan topik yang diterbitkan dalam bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris dari tahun 2015-2020. Review Metode: Pencarian artikel
menggunakan PICOS dengan keyword yang sesuai dengan penulisan. Artikel dipilih dengan
seleksi jurnal, seleksi abstrak dengan kriteria inklusi, ekslusi sehingga ditemukan jurnal yang
dapat di review. Hasil: Literature review dari 11 artikel yang sudah terpilih lalu
dikategorikan menjadi 5 karakteristik Management konseling. Terdiri dari 3 artikel tentang
konseling gizi (G.M et al., 2018), (Montol et al., 2018), (Winham et al., 2020), 2 artikel
tentang konseling model perubahan perilaku (Farmanbar et al., 2018), (Terry et al., 2019), 4
artikel tentang konseling gaya hidup (Salgaonkar et al., 2018), (Kumari et al., 2018), (Barus
et al., 2019), (Soderlund et al., 2018), 2 artikel tentang konseling berat badan (Mogre et al.,
2016) dan konseling seksual (Mehrabi et al., 2019). Karakteristik tersebut menunjukkan
penting bagi penderita T2DM. Kesimpulan:Secara keseluruhan adanya karakteristik
management konseling menunjukkan dari setengahnya kebanyakan menggunakan konseling
gaya hidup, Dan sebagian kecil dari pemberian konseling seksual masih jarang di berikan
pada penderita T2DM. Saran: Disarankan kepada penderita T2DM bahwa. Pemberian
management konseling diharapkan dapat membantu penderita T2DM untuk mendapatkan
informasi dengan mudah.
Kata kunci: Management Counselling, Diabetes mellitus tipe 2