DETAIL DOCUMENT
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Anemia Defisiensi Zat Besi Pada Remaja Usia 10 - 19 Tahun
Total View This Week0
Institusion
STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Author
Sartika, Divia Ayu
Subject
RH Health Analyst 
Datestamp
2021-02-03 03:11:33 
Abstract :
PendahuluanMakanan cepat saji atau fast food adalah makanan yang disiapkan dalam waktu singkat (kurang dari 1 menit seteah pemanasan). Menu yang ditawarkan pada restoran fast food pada umumnya terbatas dan sebagian besar system pelayanannya berupa selft service by the customer. Namun selain kepraktisan penyajian dan rasa yang lezat dampak dari konsumsi makanan cepat saji sangatlah buruk bagi kesehatan tubuh salah satunya adalah anemia defisiensi zat besi apa lagi bagi para remaja yang dalam masa pertumbuhan.Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan anemia defisiensi besi pada remaja usia 10-19 tahun.Metodepenelitian Literature Review dari kumpulan jurnal terkait tahun 2015-2020. Hasildari penelitian Literature Review ini di dapatkan 92 responden dengan keterangan positif anemia sebanyak 64 (54,5%) responden dan paling banyak pada remaja perempuan disbanding dengan remaja laki-laki dan 28 (45,5%) responden tidak mengalami anemia. Kesimpulanyang diperoleh dari penelitian Literature Review ini adanya hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dengan anemia defisiensi besi pada remaja usia 10-19 tahun. SaranPenelitian ini diharapkan dapat memberikan hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan anemia defisiensi zat besi pada remaja-remaja dilaur sana, supaya masyarakat lebih memperhatikan kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi khususnya bagi para remaja di usia 10-19 tahun dan tentunya mencegah sedini mungkin penyakit ini mengingat dampak dari anemia zat besi ini sangat buruk. Kata kunci:Anemia, Makanan Cepat Saji, Remaja 
Institution Info

STIKES Insan Cendekia Medika Jombang