DETAIL DOCUMENT
Asuhan Keperawatan Pada Tn “J” Dengan Masalah Nyeri Pada Kasus Benigna Prostat Hyperplasia (Laporan Kasus Di Ruang Mawar Rsud Jombang)
Total View This Week0
Institusion
STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Author
Anggara, Yesi Novia Ayu
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2021-03-09 03:26:06 
Abstract :
Benigna prostat hyperplasia (BPH) sampai sekarang masih menjadi penyakit sistem perkemihan urutan kedua di Indonesia setelah ISK. Penyakit tersebut sering dijumpai pada pria diatas 60 tahun. Penyakit BPH ini merupakan penyakit yang menyebabkan penekanan pada uretra menembus prostat sehingga berkemih menjadi sulit, mengurangi kekuatan aliran urine, atau menyebabkan urine menetes. Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada Tn ?J?dengan masalah Nyeri pada kasus Benigna Prostat Hyperplasia di ruang Mawar RSUD Jombang. Metode yang digunakan dalam melakukan asuhan keperawatan pada Tn ?J?dengan masalah Nyeri pada kasus Benigna Prostat Hyperplasia adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil Asuhan Keperawatan pada klien dengan masalah Nyeri pada kasus Benigna Prostat Hyperplasia dalam pengkajian data dasar ditemukan data subyektif dan data obyektif yang menunjukkan Tn. ?J? nyeri karena tidak bisa buang air kecil dengan lancar. Rencana asuhan sesuai dengan yang diimplementasikan dalam asuhan Keperawatan ini. Evaluasi akhir berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Pada penatalaksanaan asuhan Keperawatan ini, terdapat beberapa kesenjangan dengan teori yang ada, namun kesenjangan ini tidak menimbulkan masalah pada klien. Kesimpulan dari Asuhan Keperawatan pada klien dengan masalah Nyeri pada kasus Benigna Prostat Hyperplasia yaitu Hasil pengkajian pasien mengatakan nyeri pada saat BAK karena tidak bisa buang air kecil dengan lancar, diagnosa keperawatan Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis. Rencana asuhan diagnosa keperawatan kaji nyeri secara komperehensif (lokasi, karakteristik, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus). Observasi TTV: TD, Nadi, Suhu, RR dan tanda non verbal. Gunakan strategi PQRST untuk mengkaji riwayat dan respon terhadap nyerit. Implementasi pada pasien mengkaji nyeri secara komperehensif menggunakan PQRST, Evaluasi K/U lemah, Skala: 6 (0-10) Berulang-ulang atau hilang timbul TTV TD 120/80 mmHg, N 88 x/mnt, S 36,5 ºC, RR 24 x/mnt, Klien tampak tenang, dapat istirahat dengan optimal, nyeri berkurang. Kata kunci: Asuhan keperawatan, nyeri, Benigna Prostat Hyperplasia 
Institution Info

STIKES Insan Cendekia Medika Jombang