Abstract :
Nyamuk sering di kaitkan dengan masalah kesehatan masyarakat karena gigitan nyamuk tidak
menimbulkan rasa gatal saja tetapi beberapa spesies nyamuk juga menyalurkan berbagai parasit yang
berbahaya bagi kesehatan manusia. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih merupakan
masalah kesehatan bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan, seperti: Demam
Berdarah Dengue (DBD). Menurut Word Health Organization(1995) populasi di dunia diperkirakan
berisiko terhadap penyakit DBD mencapai 2,5-3 miliar terutama yang tinggal di daerah perkotaan di
negara tropis dan subtropis. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap (waktu
dan panjangnya) pertumbuhan nyamuk Aedes Aegephty dari mulai mago menjadi imago.
Desain penelitian ini adalah True exsperimental, dengan populasi Nyamuk yang terperangkap di
dalam container yang telah di sediakan dan di beri perlakuan khusus (9 container) dengan jumlah
sampel Nyamuk yang telah di beri perlakuan khusus (3 container) dengan tehnik Random sampling.
Variabel independent adalah intensitas cahaya, variabel dependent pertumbuhan nyamuk.
Pengumpulan data menggunakan Mikroskop perbesaran 10x40 lampu dob 25 watt lampu dob 5 watt.
Pengolahan dan analisa data menggunakan Coding, dan tabulating .
Jenis perlakukan dengan ruangan redup mempunyai waktu lebih lama untuk menjadi nyamuk yaitu 7
hari dan ruangan terang waktu menjadi nyamuk yaitu 5 hari dan rata-rata pertumbuhan nyamuk yang
ada pada ruangan gelap mengalami pertumbuhan lebih panjang yaitu pada ulangan 1: 3,2 mm,
ulangan ke 2: 3,2 mm, dan ulangan ke 3: 3,3 mm, disusul oleh ruangan terang yaitu pada ulangan 1:
2,5 mm, ulangan ke 2: 2,7 mm, dan ulangan ke 3: 2,3 mm. Sedangkan pada ruangan redup yaitu pada
ulangan 1: 1,8 mm, ulangan ke 2: 2 mm, dan ulangan ke 3: 1,7 mm.
Kesimpulan dari penelitian ini rata-rata pertumbuhan nyamuk yang gelap mengalami pertumbuhan
lebih cepat dan pada ruangan yang terang rata- rata mengalami pertumbuhan lebih lama
Kata Kunci
: intensitas cahaya, pertumbuhan nyamuk