Abstract :
Biji dari tanaman kedelai (Glycine Max (L)Merril) merupakan salah satu tanaman sumber protein
nabati. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan protein
masyarakat yaitu dengan meningkatkan konsumsi terhadap protein nabati, misalnya kedelai yang
memiliki daya cerna tinggi dan harga yang relatif murah dibandingkan dengan harga protein
hewani..Susu kedelai adalah produk fermentasi hasil ekstraksi dari kedelai. Sampel yang digunakan
dalam percobaan adalah susu kedelai kemasan sebanyak 10 sampel. Tujuan perobaan ini adalah untuk
mengetahui kadar protein dalam susu kedelai berdasarkan Direktorat Gizi, Depkes RI.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua susu
kedelai di pasar legi jombang kabupaten Jombang berjumlah 10 sampel dari penjual yang berbeda.
Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dan variabelnya adalah Identifikasi kadar
protein susu kedelai.
Penetapan kadar protein yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Kjeldahl, yang
merupakan metode sederhana untuk penetapan nitrogen total pada protein dan senyawa lainnya yang
mengandung nitrogen. Hasil penetapan kadar protein pada susu kedelai kemasan dengan metode
Kjeldahl mengandung protein dengan kadar rata-rata <3,50%. Dari hasil yang diperoleh, kadar protein
susu kedelai yang diuji tidak memenuhi syarat parameter uji berdasarkan Direktorat Gizi, Depkes RI.
Faktor yang menyebabkan kadar protein sedikit di dalam susu kedelai kemasan dan tidak memenuhi
syarat yaitu adanya zat yang ditambahkan mengandung sedikit kadar proteinnya untuk menggantikan
kedelai karena disamping harganya lebih murah dibandingkan kedelai.
Kata kunci: susu kedelai, protein, metode Kjeldahl, penetapan kadar.