Abstract :
Formalin sebagai bahan pengawet sudah lama dilarang penggunaanya oleh pemerintah namun masih
saja dijumpai. Penggunaan formalin pada ikan asin dimaksudkan untuk memperpanjang umur
simpan. formalin dapat menyebabkan gangguan hati apabila masuk kedalam tubuh. Berdasarkan studi
pendahuluan ada 2 sampel ikan yang dijual di Pasar Peterongan Jombang positif mengandung
formalin dengan kadar 10,02 mg/kg dan 18 mg/kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil
analisa formalin pada ikan asin yang dijual di pasar Peterongan Jombang.
Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ikan asin di pasar
peterongan jombang yang berjumlah 9 jenis ikan asin. Sampel ini diambil dengan menggunakan
teknik total sampling dan variabelnya adalah analisa formalin pada ikan asin. Pengumpulan data
diperoleh dari analisa kualitatif menggunakan metode KMnO4 dan analisa kuantitatif dengan metode
titrasi asam basa kemudian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Pengolahan data disajikan
dengan persentase.
Hasil penelitian analisa formalin pada ikan asin di pasar Peterongan Jombang menunjukkan bahwa 5
(56%) tidak memenuhi standart Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88 sedangkan 4 sampel (44%)
memenuhi standart Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88.
Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar ikan asin yang dijual dipasar
Peterongan Jombang tidak memenuhi standart Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88. Diharapkan
produsen ikan asin tidak menggunakan formalin sebagai bahan pengawet sehingga tidak ada lagi
dampak yang timbulkan.
Kata kunci : formalin, ikan asin