Abstract :
Asam borat di dalam masyarakat masih banyak dipergunakan sebagai bahan pengawet makanan.
Bahan pengawet yang ditambahkan pada makanan bertujuan agar bahan pangan yang dihasilkan
memiliki umur simpan lebih lama serta berfungsi untuk memperlambat kerusakan makanan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar boraks pada mie basah di Desa Cukir Kecamatan Diwek
Kabupaten Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.Populasi dalam penelitian ini
adalah semua mie basah di Desa Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang berjumlah 8 mie basah
dari penjual yang berbeda. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dan
variabelnya adalah analisa kuantitatif boraks pada mie basah. Pengumpulan data diperoleh dari analisa
kuantitatif boraks pada mie basah dengan metode Spektrofotometer UV-Vis kemudian disajikan dalam
table distribusi frekuensi. Pengolahan data menggunakan coding, tabulating, dan persentase.
Berdasarkan hasil penelitian dari 8 sampel mie basah di Desa Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten
Jombang terdapat 3 sampel mie basah tidak memenuhi standart permenkes dan 5 sampel mie basah
memenuhi standart Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88. Kesimpulan yang didapatkan dari
penelitian ini bahwa hampir setengah sampel mie basah di Desa Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten
Jombang tidak memenuhi standart Permenkes RI No.722/Menkes/Per/IX/88.
Kata kunci :Analisa Kuantitatif, Boraks, Mie Basah