Abstract :
Pemeriksaan glukosa digunakan sebagai skrining penyakit diabetes melitus. Banyak orang yang memeriksakan
kadar glukosanya ke rumah sakit atau klinik. Penundaan pemeriksaan glukosa sering terjadi karena suatu hal
misalnya kekurangan sumber daya, habisnya reagen, alat yang tidak sesuai maupun keterampilan tenaga
laboratorium, sehingga mempengaruhi mutu hasil pemeriksaan. Padahal kadar glukosa darah dapat menurun
akibat glikolisis saat penundaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai kadar
glukosa darah yang diperiksa secara langsung dan yang ditunda selama 24 jam.
Penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa DIII
Analis Kesehatan Tingkat II STIKes ICMe Jombang sebanyak 34 responden. Tehnik sampling yang digunakan
adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar glukosa serum di laboratorium.
Variabel pada penelitian ini adalah kadar glukosa darah yang diperiksa secara langsung dan ditunda 24 jam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah yang diperiksa secara langsung dan yang ditunda selama 24
jam pada Mahasiswa D3 Analis Kesehatan tingkat III Stikes ICMe Jombang didapatkan hasil dari 34 responden
sebanyak 30 responden (88,24%) memiliki kadar glukosa darah normal pada pemeriksaan secara langsung.
Untuk pemeriksaan yang ditunda, sebanyak 28 responden (82,35%) memiliki kadar glukosa normal.
Kesimpulan penelitian ini adalah hampir seluruh mahasiswa DIII Analis Kesehatan tingkat II Stikes ICMe
Jombang memilki kadar glukosa normal, baik yang diperiksa segera maupun setelah dilakukan penundaan.
Kata kunci : kadar glukosa darah, pemeriksaan secara langsung, pemeriksaan ditunda 24 jam