Abstract :
Perairan sungai merupakan tempat yang memiliki peran penting bagi makhluk hidup.
Keberadaan ekosistem sungai dapat memberikan manfaat bagi makhluk hidup. Adanya
kegiatan manusia dan industri yang memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk membuang
limbah dapat mengakibatkan tercemarnya perairan sungai. Hal tersebut akan berdampak pada
penurunan kualitas air, yaitu dengan adanya perubahan fisika, kimia dan biologi. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD
(Chemical Oxygen Demand) sebagai salah satu parameter pencemaran air.
Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif, populasinya adalah semua titik
pengambilan air sungai berjumlah 18 titik pengambilan air sungai yang dijadikan
pemantauan kualitas air dan teknik sampling yang digunakan yaitu Purposive Sampling.
Metode analisa BOD menggunakan titrasi Winkler dan COD menggunakan
Spektrofotometer. Kemudian data hasil pemeriksaan diolah dengan menggunakan editing,
coding dan tabulasi.
Hasil pengujian kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen
Demand) pada 18 titik pengambilan air sungai di Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa
10 sungai (56%) menunjukkan kadar BOD dan COD melebihi baku mutu yang ditentukan
yakni 12 mg/L untuk kadar maksimal BOD pada air sungai dan 100 mg/L untuk kadar
maksimal COD pada air sungai. Sedangkan 8 sungai (44%) menunjukkan kadar BOD dan
COD sesuai standar PP.RI.No 82 Tahun 2001.
Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sungai di Kabupaten
Jombang tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan
pemeriksaan salah satu parameter pencemaran air yakni uji kadar BOD (Biochemical Oxygen
Demand) dan uji kadar COD (Chemical Oxygen Demand).
Kata kunci : Limbah, Pencemaran sungai, Peningkatan BOD dan COD