Abstract :
Penyakit infeksi pada manusia yang disebabkan oleh jamur di Indonesia masih relatif tinggi dan obat
antijamur relatif lebih sedikit dibandingkan dengan antibakteri. Berbagai literature menjelaskan bahwa kulit
manggis memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antijamur. Oleh sebab itu, perlu dilakukan
penelitian tentang air rebusan kulit manggis (Garcinia mangostana Linn.) untuk dapat dijadikan alternatif
pengobatan jamur khususnya Pityrosporum ovale.
Penelitian ini bersifat eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas antijamur air rebusan kulit
manggis (Garcinia mangostana Linn.) terhadap pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale secara in vitro di
Laboratorium Mikrobiologi Prodi DIII Analis Kesehatan STIKes Insan Cendekia Medika Jombang pada
bulan Januari hingga Mei tahun 2015.
Hasil penelitian secara in vitro didapatkan zona hambat paling besar pada konsentrasi 100% air rebusan kulit
manggis. Setelah itu dilakukan uji statistika SPSS menggunakan uji One Way Anova dari data didapatkan
hasil significant sebesar 0,011 yang berarti ada pengaruh perbedaan konsentrasi air rebusan kulit manggis
(Garcinia mangostana Linn.) terhadap pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. Kemudian dilanjutkan
menggunakan uji LSD yang menunjukkan bahwa untuk konsentrasi efektif dari air rebusan kulit manggis
adalah konsentrasi 50% air rebusan kulit manggis (Garcinia mangostana Linn.).
Kata kunci : Air rebusan, kulit manggis, Pityrosporum ovale