Abstract :
Keterlambatan komunikasi (gangguan berbicara) merupakan kelainan yang paling umum
sebelum usia sekolah (usia saat memasuki TK). untuk mengembangkan kemampuan
komunikasi anak adalah metode cerita menggunakan metode flanel dan gambar. Metode
cerita adalah cara menyampaikan materi pembelajaran secara lisan d alam bentuk cerita
kepada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain
bercerita metode flanel terhadap kemampuan komunikasi verbal anak prasekolah tahun
2016. Jenis pada penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain One group pre & post test,
populasinya adalah semua anak TK Darmawanita Legundi yang dilakukan dengan teknik
sampling jenuh. Variabel independen yaitu terapi bermain bercerita metode flanel dan
variabel dependen yaitu kemampuan komunikasi verbal anak prasekolah. Alat ukur pada
penelitian menggunakan lembar observasi. Kemudian data diolah melalui tahapan editing,
coding, scoring, tabulating dan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisa dengan
menggunakan uji wilcoxon < ? = 0,05. Hasil penelitian sebelum dilakukan terapi bermain
bercerita metode flanel diperoleh hampir setengahnya responden kemampuan komunikasi
verbal kurang yaitu sejumlah 13 anak (46,4%), sesudah dilakukan terapi bermain bercerita
metode flanel diperoleh sebagian besar responden kemampuan komunikasi verbal baik yaitu
sejumlah 15 anak (53,6%). Hasil analisa dengan uji wilcoxon adalah p = 0,000 berarti data
menunjukkan ada pengaruh bermakna dalam pemberian terapi bermain bercerita metode
flanel terhadap kemampuan komunikasi verbal anak prasekolah di TK Darmawanita Legundi
2016. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi bermain
bercerita metode flanel terhadap kemampuan komunikasi verbal anak prasekolah di TK
Darmawanita Legundi.