Abstract :
Bronkhopneumonia perlu diwaspadai secara global karena mengancam anak-anak di seluruh
dunia terutama Asia Selatan dan kawasan Afrika Sahara bagian tengah. Menurut data WHO
tahun 2013, pneumonia atau radang paru-paru akut merupakan penyebab kematian 1,2 juta
anak setiap tahun. Apabila hal ini tidak segera di tangani dengan benar, maka penderita akan
mengalami sesak karena edema pada saluran nafas. Pada tahun 2015 tercatat 317 anak
menderita bronkhopneumonia di RSUD Jombang. Desain yang digunakan dalam studi kasus
ini adalah studi untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada klien anak
bronkhopneumonia dengan masalah ketidakefektifan pola nafas di Ruang Anak Seruni
RSUD Jombang. Berdasarkan hasil penelitian pada dua klien yang berbeda didapatkan
bahwa klien yang menderita bronkhopneumonia memiliki masalah yang sama yaitu sesak,
pada pemeriksaan fisik ditemukan berbeda pada setiap klien seperti suara nafas klien
pertama ronchi dan klien kedua wheezing. Pada implementasi jelas berbeda pada kedua klien
karena melihat gejala yang ditimbulkan. Berdasarkan apa yang peneliti dapatkan dalam
laporan kasus dan pembahasan pada asuhan keperawatan dengan msalah ketidakefektifan
pola nafas pada klien 1 dan klien 2 bronkhopneumonia di RSUD Jombang, maka peneliti
mengambil kesimpulan bahwa tubuh setiap anak memiliki perbedaan respon terhadap
penyakit.
Kata kunci : Bronkhopneumonia, anak, ketidakefektifan pola nafas