Abstract :
Motivasi adalah tentang bagaimana cara mendorong semangat kerja
perawat, agar mau bekerja dengan memberikan secara optimal kemampuan dan
keahliannya guna mencapai tujuan lembaga pelayanan kesehatan motivasi
menjadi penting karena dengan motivasi diharapkan setiap perawat mau bekerja
keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja. Sebesar 49,5% sementara
sisanya kategori kurang 50,5%. Oleh karena itu, waktu kerja produktif
menentukan kualitas kinerja perawat dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubunngan antara motivasi kerja dengan kinerja
perawat.
Desain penelitian dalam penelitian ini adalah analytic cross sectional.
Populasinya adalah 17 perawat dan 17 pasien di Puskesmas rawat inap Karang
Mulya. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan
data dilakukan menggunakan kuesioner pada kedua variabel dan analisis data
melalui dua tahapan, yaitu univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi
dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel (Spearman).
Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden sebanyak 13
orang (76.5%) memiliki motivasi kerja yang sedang dan sebagian besar responden
menunjukan bahwa kinerja perawat cukup sebanyak 15 orang (88.2%). Berdasarkan hasil
uji Spearman diketahui bahwa ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja
perawat (nilai p value = 0,004<00,05) dengan bantuan SPSS 23.
Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
signifikan antara motivasi kerja perawat dengan kinerja perawat.
Kata kunci : Motivasi, Kinerja, Perawat