Abstract :
Budaya tarak masih dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Masyarakat masih banyak
yang percaya dengan tradisi turun-temurun bahwa ibu post partum harus melakukan
tarak, hal ini menyebabkan budaya itu sulit di hilangkan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran budaya tarak pada ibu post partum. Penelitian ini
menggunakan pendekatan fenomenologi, populasinya adalah 18 ibu post partum,
sampelnya berjumlah 5 partisipan dengan teknik purposive sampling, variabelnya ada 2
yaitu variabel independent yaitu budaya tarak dan variabel dependent yaitu ibu post
partum. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara mendalam.
Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode colaizzi?s. Hasil penelitian ini
diketahui gambaran budaya tarak pada ibu post partum berdasarkan 4 tema, masing-masing dengan sub tema mereka sendiri 1. Kebutuhan perlengkapan 2. Nutrisi 3.
Larangan mengkonsumsi makanan pedas 4. Kepercayaan dan keyakinan 5. Kepatuhan 6.
Khawatir Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya budaya tarak yang masih
dilakukan ibu post partum yang masih didukung penuh oleh keluarga dan masyarakat
disekitarnya karena menurut masyarakat tarak merupakan hal yang wajib dilakukan untuk
mencegah bayi sakit dan badan ibu tidak gemuk.