Abstract :
Gangguan tidur pada lansia merupakan keadaan dimana individu mengalami suatu
perubahan dalam kuantitas dan kualitas pola istirahatnya yang menyebabkan rasa tidak
nyaman atau mengganggu gaya hidup yang di inginkan.Gangguan tidur pada lansia jika tidak
segera ditangani akan berdampak serius dan akan menjadi gangguan tidur yang kronis.
Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis hubungan gangguan tidur dengan tingkat depresi
pada lansia di Dusun Kepuh Desa Kepuhdoko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang .
Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional. Populasinya Semua lansia di di Dusun
Kepuh Desa Kepuhdoko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang yang berjumlah 35
orang. Tehnik sampling menggunakan simple random sampling dengan sampelnya sejumlah
32 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada variabel independen dan
menggunakan lembar kuesioner pada variabel dependen. Pengolahan data menggunakan
editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan mann whitney. Hasil
penelitian sebagian besar (65,6%) responden gangguan tidur adalah tidak terjadi sejumlah 21
orang, Sebagian besar (59,4%) responden tingkat depresi pada lansia adalah normal sejumlah
19 orang. Uji mann whitney menunjukkan bahwa nilai signifikansi = 0,000 < (0,05),
sehingga H
0
ditolak dan H
1 diterimaKesimpulannya adalah ada hubungan gangguan tidur
dengan tingkat depresi pada lansia di Dusun Kepuh Desa Kepuhdoko Kecamatan Tembelang
Kabupaten Jombang. Dari hasil penelitian ini, diharapkan responden agar lebih aktif dan
termotivasi untuk mencegah gangguan tidur sehingga tingkat depresi dalam kategori normal