Abstract :
Kejang demam sering terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Hal ini terjadi karena
adanya proses ekstrakranium. Banyak orang tua yang panik dan histeris ketika melihat
anaknya mengalami kejang, sehingga cenderung untuk bertindak tergesa-gesa. Tujuan
penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap sikap ibu dalam
pencegahan kejang demam pada balita usia 1-5 tahun di Dusun Mojosongo Desa
Balongbesuk Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini adalah analitik
dengan desain pra eksperimen one group pre test post test design. Populasi penelitian ini
adalah semua ibu balita di Dusun Mojosongo Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek
Kabupaten Jombang dengan sampel sebanyak 40 responden. Tehnik sampel menggunakan
simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data
menggunakan editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya sikap ibu dalam pencegahan kejang
demam pada anak balita usia 1-5 tahun sebelum penyuluhan kesehatan adalah negatif (80%)
dan hampir seluruhnya sikap ibu dalam pencegahan kejang demam pada anak balita usia 1 -5
tahun sesudah penyuluhan kesehatan adalah positif (85%). Hasil analisis dengan
menggunakan Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 < ? (0,05), sehingga H1
diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap
sikap ibu dalam pencegahan kejang demam pada balita usia 1-5 tahun di Dusun Mojosongo
Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Kata Kunci : penyuluhan kesehatan, sikap ibu, kejang demam, balita