Abstract :
Keberadaan anak berkebutuhan khusus di tengah-tengah masyarakat pada
kenyataanya belum mendapat respon positif dari masyarakat. Adanya penolakan,
hinaan, dan perlakuan serta respon negatif dari lingkungan menunjukkan minimnya
dukungan sosial kepada orang tua maupun anak berkebutuhan khusus. Rendahnya
dukungan sosial yang diterima oleh orang tua anak berkebutuhan khusus menjadi
pemicu terjadinya depresi orang tua dalam berbagai tingkatan dan gejala. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara social support dan tingkat
depresi pada orang tua anak berkebutuhan khusus di SDLB Muhammadiyah, Pulo,
Kabupaten Jombang. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak
berkebutuhan khusus di SDLB Muhammadiyah, Pulo, Kabupaten Jombang,
sebanyak 60 orang dengan teknik sampling menggunakan simple random sampling
dan sampel 52 orang. Analisa data menggunakan uji regresi linear berganda dengan
alpha (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengahnya orang tua
anak berkebutuhan khusus mendapatkan social support rendah sejumlah 18 orang
(34,6%), sedangkan tingkat depresi hampir setengahnya mengalami depresi berat
sejumlah 23 orang(44,2%). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji regresi linear
berganda didapatkan nilai p = 0,000, jika ? = 0,05 maka p < ? yang artinya H
1
diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini, ada hubungan social support dengan
tingkat depresi orang tua pada anak berkebutuhan khusus.
Kata kunci : social support, depresi, anak berkebutuhan khusus