Abstract :
alah satu hal yang dilakukan perawat dalam menjaga kerjasama yang baik dengan klien
dalam membantu memenuhi kebutuhan kesehatan klien, maupun dengan tenaga kesehatan
lain dalam rangka membantu mengatasi masalah klien adalah dengan berkomunikasi.
Hubungan saling memberi dan menerima antara perawat dan pasien dalam pelayanan
keperawatan disebut sebagai komunikasi terapeutik perawat yang merupakan komunikasi
profesional perawat.Salah satu penyebab yang paling banyak mengakibatkan kekecewaan
masyarakat adalah akibat kesalahan komunikasi antara perawat dengan pasiennya. Perawat
yang memiliki keterampilan berkomunikasi secara terapeutik tidak saja akan mudah
menjalin hubungan rasa percaya dengan klien, namun juga akan memberikan kepuasan
profesional dalam pelayanan keperawatan dan meningkatkan citra profesi keperawatan serta
citra rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya Hubungan Penerapan
Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Ruang
Bengkirai RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Desain penelitian yang digunakan
adalah descriptioncross sectional, dengan sample pasien rawat inapdi Ruang Bengkirai
RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada tanggal 15-16 juni 2016 menggunakan teknik
AksidentalSampling.Pada penelitian ini diperoleh hasil yaitu ada Hubungan Penerapan
Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Ruang
Bengkirai RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dengan nilai ? = 0,002.Dari hasil
penelitian sebagian besar komunikasi terapeutik telah diterapkan dan merasa puas, tapi
sebagian kecil masih ada yang belum diterapkan dan merasa belum puas, sehingga perawat
perlu mengikuti pelatihan-pelatihan komunikasi terapeutik, membuat SOP dan menerapkan
sikap 5S dalam melakukan komunikasi terapeutik.