Abstract :
Kesehatan merupakan hal penting dan merupakan kebutuhan primer (pokok) bagi setiap
orang, oleh karenanya kesehatan harus senantiasan dijaga, kesadaran masyarakat semakin
tinggi akan pentingnya kesehatan merupakan salah satu alasan bahwa kebutuhan akan suatu
pelayanan semakin meningkat. Pelayanan yang kurang baik dapat mempengaruhi kepuasan
seseorang, kepuasan pasien dapat dinilai dari beberapa dimensi yang meliputi, tangibles,
ralibility, responsiveness, assurance, dan empathy. Empati dibutuhkan agar perawat dapat
memahai apa keinginan melalui perspektif pasien dan menjalin hubungan yang baik dengan
pasien sehingga terjalin kerja sama diantara perawat dan pasien dalam proses penyembuhan,
pemberian obat, maupun terapi pada pasien. Desain penelitian ini menggunakan desscription
cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien ruang rawat inap Meranti RSUD
Sultan Imanuddin Pangkalan Bun yang berjumlah 30 pasien dan sekaligus menjadi sampel,
teknik sampling yang digunakan dalah total sampling, teknik analisa data yang digunakan
denngan analisa chi square untuk bivariat (korelasi hubungan sikap empati perawat dengan
tingkat kepuasan pasien) dan distribusi frekuensi untuk univariat (hubungan si kap empati
perawat dengan tingkat kepuasan pasien). Metode pengumpulan data menggunakan
kuisoneruntuk sikap empati perawat dan tingkat kepuasan pasien. Hampir seluruh responden
yang mengatakan puas juga mengatakan perawat memiliki empati yang baik sebanyak 27
responden (90%) dan 1 responden (3,3%) mengatakan perawat tidak empati tapi merasa
puas. Selain itu didapatkan hasil chi square 0.000 menunjukan nilai p<0,05 dengan bantuan
aplikasi spss 23 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima maka dapat dikatakan bahwa ada
hubungan antara sikap empati perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap
Meranti RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Kata kunci: Empati Perawat, Empati, Perawat, Kepuasan Pasien