Abstract :
Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiataan yang terkoordinir
antara susunan saraf , otot , otak , dan spinal cord. Perkembangan motorik meliputi motorik halus dan
motorik kasar. Perkembangan motorik anak berhubungan erat dengan kondisi fisik dan intelektual
anak . Kreatifitas merupakan salah satu potensi anak yang harus di kembangkan sejak dini , setiap
anak memiliki bakat kreatif bila di tinjau dari segi pendidikan. Oleh karena itu perlu di pupuk sejak
dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ada hubungan motorik dasar bermain dengan
perkembangan kreatifitas anak usia 5-6 tahun.
Rancangan penelitian ini menggunakan ?Cross Sectional?. Sampel penelitian ini adalah siswa Tk
yang berusia 5-6 tahun di wilayah Ngadiredjo Widang-Tuban sebanyak 25 dengan menggunakan
teknik ?total sampling?. Data dikumpulkan dengan ceklis dari hasil observasi peneliti dengan
menggunakan cara uji statistik ?Spearman Rank?.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki hubungan motorik dasar yang baik
sebanyak 17 (68%) responden ,cukup sebanyak 6 (24%) , kurang sebanyak 2 (8%) responden.
Responden yang mengalami perkembangan kreatifitas baik sebanyak 18(72%) responden, cukup
sebanyak 6 (24%) responden , kurang sebanyak 1 (4%) responde. Hasil uji statistik ?Spearman Rank?
didapatkan hasil bahwa ?-value 0,006, maka (0,000 ? 0,05) sehingga H
0 ditolak dan H
1 diterima yang
artinya ada hubungan Motorik dasar Bermain dengan Perkembangan Kreatifitas Anak Usia 5 -6
Tahun.
Latihan motorik dasar bermain seperti melatih gerakan motorik halus maupun kasar di harapkan
menambah kreatifitas anak, misal latihan menulis, menggambar, mewarnai,dan menggunting serta
muncul kreatifitas anak tersebut.