Abstract :
Kemunduran biologis pada usia lanjut ditandai dengan kemampuan kognitif seperti mudah
lupa, kemunduran orientasi terhadap waktu, ruang, tempat, serta tidak mudah menerima
hal/ide baru. Masalah perubahan psikologis yang menyertai lansia seperti insomnia,
dimensia, delirium, depresi, kemarahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh
penyuluhan kesehatan mental lansia terhadap koping keluarga di Dusun Balongbesuk Desa
Balongbesuk Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Desain penelitian ini adalah analitik
cross sectional. Populasinya semua keluarga di Dusun Balongbesuk Desa Balongbesuk
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang yang berjumlah 45 orang. Tehnik sampling
menggunakan total dengan sampelnya sejumlah 45 orang. Instrumen penelitian
menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating
dan uji statistik menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian sesebagian besar dari responden
yaitu 32 orang koping keluarga sebelum penyuluhan kesehatan mental lansia adalah mal
adaptif (71,1%) hampir selurunya dari responden yaitu 36 orang koping keluarga sesudah
penyuluhan kesehatan adalah adaptif (80%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai
signifikansi ? = 0,000 < ? (0,05), sehingga H0 ditolak dan H
1 diterima. Penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan mental lansia terhadap koping
keluarga di Dusun Balongbesuk Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek. Diharapkan hasil
penelitian bisa meningkatkan wawasan tentang kesehatan mental lansia sehingga keluarga
mengetahui cara menghadapi masalah kesehatan mental yang bisa terjadi dalam sebuah
keluarga dengan menggunakan pemecahan masalah yang adaptif.
Kata Kunci : penyuluhan kesehatan, mental, koping, keluarga