Abstract :
Masa anak-anak adalah masa emas. Dimana anak prasekolah
mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada motorik, kognitif, sosial, moral,
bahasa dan kreativitas. Perkembangan sosialisasi pada anak sangat penting untuk
mendukung dalam interaksi sosial, sehingga anak bisa menjalin hubungan dengan
teman dan lingkungan yang baru. Untuk melatih interaksi sosial pada anak bisa
melalui permainan-permainan misalnya bermain peran profesi dokter, polisi, pilot
atau profesi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh
metode bermain peran terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak pra
sekolah. Desain penelitian ini menggunakan ?Pra eksperimental? (One Group
Pre Test ? Post Test Design). Pada penelitian ini populasinya seluruh anak pra
sekolah yang berjumlah 20 anak dan sampel penelitian ini adalah sebagian anak
pra sekolah PAUD Kasih Bunda Ngawi. Tehnik samplingnya secara purposive
sampling berjumlah 10 responden yang kurang dalam berinteraksi dengan orang
lain. Variabel independennya terapi bermain peran dan dependennya kemampuan
interaksi sosial pada anak pra sekolah. Data dikumpulkan dengan cara mengamati
dengan lembar observasi sebelum dan sesudah bermain peran. Cara
menganalisanya dengan menggunakan Uji Wilcoxon dengan angka ? = < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial sebelum diberikan metode
bermain peran adalah kategori kurang, dan sesudah diberikan metode bermain
peran adalah kategori baik. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan hasil p value
0,004, maka (0,004 < 0,05) sehingga H1 diterima. Berarti ada pengaruh metode
bermain peran terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak pra sekolah di
PAUD Kasih Bunda.