Abstract :
Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang dapat berakibat
fatal dalam waktu yang relatif singkat yang dapat menyebabkan kematian. Parameter laboratorium
dalam menegakkan diagnosis demam berdarah dengue dapat mengacu pada peningkatan nilai
hematokrit karena terjadinya kebocoran plasma. Serta trombositopenia akibat munculnya antibodi
terhadap trombosit karena kompleks antigen-antibodi yang terbentuk. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui kadar hematokrit dan jumlah trombosit penderita demam berdarah dengue pada hari ke
3 dan 4 di Instalasi Rawat Inap Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang.
Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 pasien demam berdarah
dengue di Instalasi Rawat Inap Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang yang diambil secara
consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara yaitu pemeriksaan kadar
hematokrit dan jumlah trombosit di laboratorium dan menggunakan kuesioner. Variabel dalam
penelitian kali ini adalah kadar hematokrit dan jumlah trombosit.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 10 responden setengah responden memiliki
kadar hematokrit tinggi dengan jumlah 5 responden (50%) Hampir seluruh responden memiliki
kadar trombosit dalam kategori rendah dengan jumlah 9 responden (90%)
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 10 responden setengah responden memiliki kadar
hematokrit dalam kategori tinggi, serta hampir seluruh responden memiliki kadar trombosit dalam
kategori rendah.
Kata kunci: kadar hematokrit, trombosit, demam berdarah dengue