Abstract :
Nilai hematokrit akan meningkat (hemokonsentrasi) karena peningkatan kadar sel darah atau
penurunan volume plasma darah, misalnya pada kasus demam berdarah dengue (DBD) sehingga
nilai hematokrit menjadi penting untuk patokan pemberian cairan intravena. DBD dapat
berkembang menjadi renjatan Dengue Syok Sindrome yang berakibat fatal bila tidak ditangani
secara baik dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) dan
hematokrit (Hct) pasien demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Mojoagung Jombang.
Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien demam
berdarah yang rawat inap di Puskesmas Mojoagung pada demam ke-3 yaitu sebanyak 20 pasien.
Pengambilan sampel dilakukan sesuai karakteristik tertentu yaitu Consecutive sampling.
Variabelnya adalah Hemoglobin dan Hematokrit menggunakan alat hematology analyzer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin abnormal terbanyak terjadi di hari ke-4
yaitu berjumlah 5 pasien (25%) sedangkan kadar hematokrit abnormal terjadi di hari ke-5 yaitu
setengah dari responden berjumlah 10 pasien (50%).
Kesimpulan penelitian ini adalah Kadar hemoglobin abnormal terlihat pada beberapa pasien di hari
ke 4 DBD. Kadar hematokrit yang abnormal terlihat pada sebagian besar pasien di hari ke 5 DBD
Peningkatan hematokrit tidak selamanya diikuti kadar hemoglobin yang meningkat pula, begitu
juga sebaliknya.
Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Kadar Hemoglobin, Kadar Hematokrit.