Abstract :
Preeklampsia merupakan kelainan malfungsi endotel pembuluh darah yang menyebar luas
sehingga terjadi vasospasme (penyempitan pembuluh darah) setelah usia kehamilan 20
minggu yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan perfusi organ dan pengaktifan
endotel yang menimbulkan terjadinya hipertensi, edema dan proteinuria. Preeklampsia pada
ibu hamil dapat menyebabkan resiko perlambatan pertumbuhan janin, peningkatan kejadian
bayi lahir mati, kejang, gagal ginjal, stroke serta membahayakan jiwa ibu dan janin.Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar proteinuria pada ibu hamil trimester II untuk
skrening dini preeklampsia. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II di Puskesmas Cukir jombang.
Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang periksa di Puskesmas Cukir
Jombang selama 6 hari yaitu sebanyak 23 ibu hamil trimester II dengan menggunakan
teknik consecutive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar proteinuria.
Pengambilan data dilakukan menggunakan lembar kuisioner dan pengambilan langsung
sampel urin yang di periksa menggunakan asam sulfosalicyl 20%. Pengolahan dan analisa
datanya menggunakan editing, coding dan tabulating. Hasil penelitian menunjukan positif
proteinuria sebanyak 8 responden (34,8%) yang terdiri dari positif 1 (1+) sebanyak 7
responden yaitu sebesar 30,4%. Positif ++(2+) sebanyak 1 responden yaitu sebesar 4,4% dan
hasil negatif proteinuria sebanyak 15 responden yaitu sebesar 65,2%. Kesimpulan dari hasil
penelitian tersebut menunjukkan bahwa hampir setengah ibu hamil trimester II di Puskesmas
Cukir Jombang positif proteinuria. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan
penyuluhan kepada ibu hamil supaya memeriksakan kehamilan secara dini untuk
pencegahan terjadinya preeklampsia
Kata kunci : Preeklamsia, protein urin, ibu hamil trimester II