Abstract :
Orang tua yang mempunyai anak sakit akan mengalami suatu ketegangan yang dapat
menyebabkan kecemasan pada diri sendiri dan tentunya akan timbul rasa kawatir dan panik.
Kebutuahan psikologis yang berupa dukungan dari anggota keluarga yang diperlukan untuk
mengurangi kecemasan pada orang tua.Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui
apakah ada hubungan antara motivasi dengan kecemasan orang tua dalam menangani
Demam Hemorhagic Fever pada anak usia 6-12 tahun di Desa Kaibon, Kecamatan Geger,
Kabupaten Madiun. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan Cross Sectional.
Populasi penelitian ini adalah semua orang tua yang anaknya usia 6-12 tahun yang pernah
mengalami Demam Hemorhagic Fever di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten
Madiun 31 orang dengan sampel sebagian orang tua yang anaknya usia 6 sampai 12 tahun
yang pernah mengalami Demam Hemorhagic Fever di Desa Kaibon, Kecamatan Geger,
Kabupaten Madiun sebanyak 29 orang. Teknik sampling menggunakan teknik simple
random sampling dengan hasil data di uji dengan menggunakan uji regresi linear dengan
tingkat signifikan ? < 0,05.Hasil penelitian: menunjukkan responden memiliki motivasi
lemah 15 (51,8%), motivasi sedang 7 (24,1%) dan motivasi kuat 7 (24,1%). Responden yang
mengalami tidak cemas 8 (27,6), kecemasan sedang 3 (10,3%) dan kecemasan tinggi 18
(62,1%). Pengolahan data dengan uji statistic Regresi Linear didapatkan hasil ? value =
0,000 yang lebih kecil dari alpha (0,05) ? ? ? sehingga H1 diterima artinya ada hubungan
motivasi dengan kecemasan orang tua dalam menangani Demam Hemorhagic Fever pada
anak usia 6-12 tahun semakin kuat motivasi maka kecemasan orang tua semakin berkurang.
Hasil penelitian ini menunjukkan kekuatan hubungan kuat, yaitu 0,689.Kesimpulan : Dari
hasil data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan motivasi dengan kecemasan orang tua
dalam menangani Demam Hemorhagic Fever pada anak usia 6-12 tahun di Desa Kaibon,
Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.