Abstract :
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit yang menyerang parenkim paru dan
menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacteruim tuberculosis. Umumnya pada
golongan usia produktif (15-50 tahun). Salah satu diagnosis penunjang infeksi TB yaitu
pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Tuberkulosis terjadi inflamasi, pada proses inflamasi
terjadi peningkatan kadar fibrinogen dan globulin plasma yang berkaitan dengan reaksi fase
akut sehingga LED meningkat karena pembentukan rouleaux dipermudah. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisa gambaran nilai LED pada penderita tuberkulosis
Basil Tahan Asam (BTA) positif selama pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain
deskriptif dengan populasi semua pasien TB BTA positif dalam pengobatan rutin sebanyak
29 responden di RSUD Kabupaten Jombang. Pengambilan data dilakukan menggunakan
lembar kuesioner dan pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Variabel
penelitian ini adalah nilai LED. Analisa data menggunakan editing, coding dan tabulating
yang kemudian dinyatakan dalam persentase pada nilai LED yang meningkat atau normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 responden (55,2%) terjadi peningkatan nilai
LED dan 13 responden (44,8%) memiliki nilai LED yang normal. Kesimpulan dari hasil
penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penderita TB di RSUD Jombang
memiliki nilai LED tinggi. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan
penyuluhan kepada penderita TB paru agar melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta
memutus rantai penularan yaitu mengobati pasien TB sampai benar-benar sembuh sehingga
mengurangi resiko akan terjadinya penyakit TB.
Kata kunci : Tuberkulosis Paru, Laju Endap Darah