Abstract :
Penyakit kecacingan merupakan infeksi yang berbasis lingkungan. Salah satu faktor yang
mendukung adalah tanah dan tersedianya jamban keluarga. Jenis Infeksi kecacingan yang di
tularkan melalui tanah yaitu kelompok cacing yang masuk dalam Soil Transmitted Helminth.
Infeksi Soil Transmitted Helminth merupakan penyakit endemik dibanyak negara yang
sedang berkembang dengan sanitasi lingkungan dan kebersihan diri yang masih sangat
kurang (Rehulina,2005). Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan
jumlah infeksi Soil Transmitted Helminth yang masih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui adanya telur Soil Transmitted Helminth pada anak usia 6-12 tahun dengan
ketidaktersedianya jamban keluarga di Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh Kabupaten
Jombang.Metode penelitian bersifat deskriptif, populasinya 16 feses anak usia 6-12 tahun di
Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, teknik sampling menggunakan
total sampling dan variabel penelitian adalah gambaran kecacingan yang disebabkan oleh
Soil Transmitted Helminth. Pengolahan data menggunakan tabulating dan di hitung
presentase feses yang positif mengandung telur Soil Transmitted Helminth. Berdasarkan
pemeriksaan yang telah dilakukan di laboratorium STikes Icme Jombang, dari 16 feses 5
(31%) adanya telur cacing Soil Transmitted Helminth dan 11 (69%) negatif.Kesimpulan dari
penelitian ini didapatkan hampir setengahnya dari feses anak usia 6-12 tahun dengan
ketidaktersedianya jamban keluarga positif mengandung telur Soil Transmitted Helminth.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan pola hidup
sehat dengan memperbaiki sanitasi lingkungan yang bersih.
Kata kunci : Kecacingan, Soil Transmitted Helminth, Feses, jamban keluarga