Abstract :
Kadar kolesterol pada lansia dapat digunakan sebagai indikator resiko terjadinya penyakit
jantung koroner dan stroke. Pemeriksaan kadar kolesterol total dalam darah merupakan salah
satu cara yang tepat untuk mengetahui tinggi rendahnya resiko terjadinya penyakit jantung
koroner dan stroke. Semakin tinggi kadar kolesterol dalam darah maka semakin tinggi seseorang
mengalami penyakit jantung koroner dan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
kadar kolesterol pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive design. ,
Variabel dalam penelitian ini ada gambaran kadar kolesterol total pada lansia. Teknik
pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating Tehnik pengambilan sampel pada
penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel yang didapatkan pada penelitian ini sebanyak
34 lansia dari 51 lansia yang mengikuti posyandu lansia di Dusun Semberwinong Desa
Kedungpari Kecamatan Mojowarno Jombang. Hasil dari pemeriksaan kadar kolesterol total pada
lansia yaitu 5 responden (15,62%) memiliki kadar kolesterol normal (?200 mg/dl), 19 responden
(59,38%) memiliki kadar kolesterol dalam ambang batas (200-240 mg/dl) dan 8 responden
(25%) memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
sebagian besar responden sebanyak 59,38 % (19 responden) memliki kadar kolesterol dalam
ambang batas resiko tinggi (200-240 mg/dl).
Kata kunci : Kolesterol, Lansia, Penyakit Jantung Koroner, Stroke