Abstract :
Interaksi sosial adalah proses yang dilakukan oleh setiap orang ketika dia
bertindak (act) dalam suatu relasi dengan orang lain. Percaya diri merupakan sikap
mental individu dalam menilai diri maupun objek sekitar sehingga individu tersebut
memiliki keyakinan akan kemampuan diri dalam melakukan sesuatu sesuai kemampuan.
Penelitian ini ditujukan kepada seluruh siswa kelas 7,8 dan 9 di SLB Tunas Harapan II
Peterongan. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan Analitik cross sectional. Populasi
penelitian ini adalah kelas 7,8 dan 9 di SLB Tunas Harapan II Peterongan yang berusia
14 ? 16 tahun ketika penelitian ini dilaksanakan dengan jumlah sampel sebanyak 15
orang. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan Non Probability sampling.Variabel
independen penelitian ini adalah interaksi sosial dan variabel dependen adalah
kepercayaan diri. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui
interaksi sosial yang diisi oleh responden dan checklist untuk mengetahui kepercayaan
diri anak retardasi mental. Data dari kuesioner kemudian di olah dan di analisa
menggunakan uji statistik ?Spearmen Rho? dengan alpha 0,05. Hasil penelitian
didapatkan bahwa hampir seluruh siswa di SLB Tunas Harapan II Peterongan mengalami
interaksi sosial cukup sebanyak 8 orang (66,7%), dan diketahui hampir lebih dari
setengah siswa memiliki kepercayaan diri negatif sebanyak 11 orang (60%). Berdasarkan
analisa hasil uji statistik melalui uji Spearman Rho didapatkan hasil nilai ?=0,033