Abstract :
Pada umumnya masalah kusta di Indonesia masih sarat dengan stigma. Persepsi masyarakat
tentang kusta sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya setempat yang cenderung
menyalahkan penderita kusta. Masyarakat menganggap bahwa penyakit kusta ialah penyakit
kutukan, keturunan, dan tidak dapat di sembuhkan. Sehingga dengan persepsi masyarakat
yang negatif tersebut dapat menimbulkan adaptasi sosial yang maladaptif terhadap penderita
kusta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat pada penderita kusta
terhadap adaptasi sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain Non eksperimen
dengan jenis korelasi ( hubungan/ asosiasi. Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel yaitu
persepsi dan adaptasi. Populasi yang diambil adalah masyarakat Dusun Dongde, Desa
Kuwurejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan dengan jumlah sampel 33 orang.
Tekhnik pengumpulan sampel ini menggunakan cara simple random sampling dan untuk
mengetahui pengaruh diantara 2 variabel menggunakan uji statistik Chi-square dengan nilai
? < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan pada tanggal 24 Juli 2016
menunjukkan bahwa persepsi masyarakat pada penderita kusta adalah negatif dengan jumlah
data 22 (66,7% . Sedangkan untuk variabel adaptasi juga dapat disimpulkan bahwa adaptasi
masyarakat ialah maladaptif dengan jumlah data 23(69,7% . Sedangkan berdasarkan nilai
dari hasil uji chi-square didapatkan nilai ?: 0.00 < ? < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian
diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat pada penderita kusta mempengaruhi
adaptasi sosial masyarakat. Sehingga di harapkan masyarakat dapat merubah persepsi yang
negatif terhadap penderita kusta supaya masyarakat mempunyai pola adaptasi yang adaptif
terhadap penderita kusta.