Abstract :
Laju Endap Darah merupakan salah satu parameter pemeriksaan darah lengkap yang
menggambarkan perbandingan antara eritrosit dan plasma. Pemeriksaan laju endap darah ada
2 metode yaitu metode wintrobe dan westergren. Metode westergren posisi tegak lurus 90°
selama 1 jam merupakan metode yang disarankan oleh International Committee for
Standardization in Hematology (ICHS). Seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan
pemeriksaan laju endap darah, waktu yang diperlukan semakin banyak sehingga salah satu
cara yang digunakan untuk mempersingkat waktu yaitu dengan kemiringan tabung 45°
selama 7 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan
Laju Endap Darah metode westergren posisi tabung tegak lurus (90°) selama 1 jam dan
posisi tabung miring (45°) selama 7 menit. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen dengan
pendekatan Pra-Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi semester II
Program D-III Analis Kesehatan STIKes ICMe Jombang yang berjumlah 70 responden.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang diperoleh di olah
dengan menggunakan editing, coding, Entry, tabulasi dan di analisa dengan menggunakan
uji statistika Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil dari
posisi tabung miring 45° lebih tinggi yaitu 22.03 daripada posisi tabung 90° yaitu 20.58.
Dari Analisis data uji statistika dengan uji Independent T-test menunjukkan p=0.654
(p>0.05) yang berarti H1 ditolak dan H0 diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa tidak ada perbedaan hasil yang signifikan dari pemeriksaan laju endap darah metode
westergren posisi tabung tegak lurus (90°) selama 1 jam dan posisi tabung miring (45°)
selama 7 menit.
Kata Kunci : Laju Endap Darah Metode Westergren, sudut 45°, sudut 90?.