Abstract :
Tinggi badan adalah salah satu indikator klinik utama dalam menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam menentukan status gizi/populasi. Tinggi badan ibu hamil normal adalah >145 cm, apabila <145 cm merupakan batas minimal resiko Ada Potensi Gawat Obstetri (APGO). Untuk itu perlu direncanakan suatu asuhan kebidanan oleh bidan dalam menerapkan peran secara mandiri dan kolaborasi. Metode yang digunakan dalam melakukan Asuhan Kebidanan secara Continue Of Care (COC) pada Ny. ?M? dengan tinggi badan kurang dari 145 cm adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. ?M? selama kehamilan trimester III dengan tinggi badan kurang dari 145 cm, pada persalinan dengan ketuban pecah dini dan persalinan secara spontan tidak ada penyulit, pada masa nifas dengan nifas normal, pada BBL dengan BBLN, pada masa neonatus dengan neonatus normal, dan menjadi akseptor KB suntik 3 bulan. Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif ini didapat dengan melakukan asuhan kebidanan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan secara dini, tidak ditemukan adanya penyulit dari mulai persalinan sampai nifas dan neonatus. Disarankan kepada bidan untuk melakukan skrining secara teratur pada semua ibu hamil disetiap kunjungan dan melakukan asuhan kebidanan secara kolaborasi bila ditemukan kasus tinggi badan kurang dari 145 cm.
Kata kunci : Asuhan kebidanan, Komprehensif, Tinggi badan kurang dari 145 cm