Institusion
STIKES Insan Cendekia Medika Jombang
Author
Chanafiyah, Ulfa Mufidatul Khilmi
Subject
RH Health Analyst
Datestamp
2021-04-06 08:15:06
Abstract :
Salah satu spesies dari jamur Aspergillus sp. yang banyak menginfeksi biji kacang tanah
pada penyimpanan adalah Aspergillus flavus. Aspergillus flavus dapat menghasilkan
aflatoksin. Kerugian ekonomi yang disebabkan oleh cemaran mikotoksin terutama aflatoksin
di Asia mencapai 400 juta dollar per tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah biji kacang tanah terkontaminasi oleh jamur Aspergillus flavus,
mengetahui konsentrasi minimum KOH untuk mengidentifikasi jamur Aspergillus flavus dan
mengetahui presentase penjual yang menjual biji kacang tanah di Pasar Pahing Kecamatan
Palang Tuban yang terkontaminasi jamur Aspergillus flavus. Penelitian yang dilakukan
menggunakan desain penelitian Eksperimental laboratory. Populasi penelitian yaitu seluruh
penjual biji kacang tanah di Pasar Pahing Kecamatan Palang Tuban yang berjumlah 17,
teknik sampling menggunakan Total sampling dan sampel berjumlah 17. Instrumen
penelitian diamati secara mikroskopis menggunakan mikroskop. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa seluruh sampel biji kacang tanah yang dijual di Pasar Pahing
Kecamatan Palang Tuban positif terkontaminasi jamur Aspergillus flavus, dengan
pengamatan secara mikroskopis menggunakan KOH dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20%.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Biji kacang tanah yang dijual di Pasar Pahing
Kecamatan Palang Tuban dinyatakan positif terkontaminasi jamur Aspergillus flavus.
Konsentrasi minimum KOH untuk mengidentifikasi jamur Aspergillus flavus adalah KOH
konsentrasi 5% dan presentase penjual biji kacang tanah yang terkontaminasi jamur
Aspergillus flavus sebanyak 100%. Sehingga, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk
menggunakan KOH konsentrasi 5%. Dan bagi masyarakat untuk memilih bahan makanan
yang higienis.
Kata kunci: Aspergillus flavus, biji kacang tanah, KOH