Abstract :
meliputi: kebersihan badan, makan dan minum, berpakaian, menolong diri, komunikasi
terdiri dari aktivitas verbal dan non verbal, adaptasi lingkungan terdiri dari kegiatan
sosialisasi dan modifikasi lingkungan, penggunaan waktu luang terdiri dari kegiatan rekreasi,
bermain dan kebiasaan istirahat, keterampilan sederhana. Tujuan penelitian ini adalah
menganalisis pengaruh terapi okupasi terhadap tingkat kemandirian makan dan minum pada
anak retardasi mental di PK (Pendidikan Khusus) Negeri Seduri Mojosari Mojokerto. Desai n
penelitian ini adalah analitik cross sectional. Populasinya Semua anak retardasi mental di PK
(Pendidikan Khusus) Negeri Seduri Mojosari Mojokerto yang berjumlah 45 orang. Tehnik
sampling menggunakan simple random sampling dengan sampelnya sejumlah 40 orang.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada variabel independen menggunakan SOP dan
variabel dependen menggunakan lembar obsrevasi. Pengolahan data menggunakan editing,
coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan wilcoxon, = 0,05. Hasil
penelitian setengahnya tingkat kemandirian makan dan minum pada anak retardasi mental
sebelum diberi terapi okupasi adalah lemah sejumlah 20 responden (50%), sebagian besar
tingkat kemandirian makan dan minum pada anak retardasi mental sesudah diberi terapi
okupasi adalah sedang sejumlah 25 responden (62,5%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa
nilai signifikansi = 0,000 < (0,05), sehingga H
0 ditolak dan H
1 diterima. Kesimpulannya
adalah ada pengaruh terapi okupasi terhadap tingkat kemandirian makan dan minum pada
anak retardasi mental di PK (Pendidikan Khusus) Negeri Seduri Mojosari Mojokerto.
Diharapkan hasil penelitian dapat mempertimbangkan untuk menerapkan pemberian terapi
okupasi untuk meningkatkan kemandirian makan dan minum pada anak retardasi mental
sedang