Abstract :
Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Balong Besuk pada
tahun 2015 lebih banyak dibanding dengan tahun sebelumnya di mana terdapat 9
orang yang menderita Demam Berdarah Darah dan 1 orang meninggal. Penderita
Demam Berdarah Dengue rata-rata terjadi pada anak-anak dengan usia 6 ? 13 tahun.
Salah satu upaya pemberantasan DBD yang dilakukan oleh Pemerintah ialah dengan
membentuk Juru Pemantau Jentik. Juru Pemantau Jentik (Jumantik) melakukan
pemeriksaan jentik secara berkala dan terus ? menerus serta menggerakan
masyarakat dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk DBD. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran juru pemantau jentik
(Jumantik) dalam pemberantasan jentik nyamuk DBD di Desa Balong Besuk
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian
berjumlah 5 orang dengan menggunakan purposive samplingyangdipilih berdasarkan
kader Jumantik dengan usia 25-49 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan
metode focus group discussion atau FGD bersama informan Jumantik, kemudian
melakukan trianggulasi atau klarifikasi data kepada dua buddies atau pemerintah
Desa melalui tekhnik wawancara mendalam.
Hasil analisa penelitian menunjukan bahwa Jumantik di Desa Balong Besuk sangat
membantu dan bermanfaat menggerakkan peran serta masyarakat dalam usaha
pemberantasan penyakit DBD, terutama dalam pemberantasan jentik nyamuk
penularnya sehingga penularan penyakit Demam Berdarah Dengue di tingkat Desa,
dapat dicegah atau dibatasi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah para Kader Jumantik sudah berperan aktif
dalam melakukan pemberantasan jentik nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
melalui penyuluhan kemasyarakat mengenai Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) dan
Pemeriksaan Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Balong Besuk Kecamatan Diwek
Kabupaten Jombang