Abstract :
Hemoglobin adalah suatu senyawa protein dengan Fe yang dinamakan protein konjugate. Fe
menyebabkan warna merah darah, karena itu hemoglobin dinamakan zat warna merah darah.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah asupan makanan yang
masuk kedalam tubuh. Dari studi pendahuluan dengan melakukan percobaan pada 5
responden yang belum sarapan dan 5 responden yang sudah sarapan, didapat hasil 100%
kadar hemoglobin rendah pada yang belum sarapan dan 40% pada yang sudah sarapan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komparatif kadar hemoglobin pada remaja
yang sarapan dan tidak sarapan. Desain penelitian yang digunakan adalah Komparatif,
populasinya sebanyak 119 remaja Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Bakti Indonesia
Medika Jombang, Jawa Timur dengan sampel yang diambil 54 responden secara Pusposive
Sampling. Pengambilan data dengan pengambilan langsung sampel darah responden
menggunakan pengukur kadar hemoglobin Easy Touch GCHb dan kuesioner. Data diolah
menggunakan editing, coding, dan tabulasi. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat
dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Responden yang sarapan
memiliki kadar hemoglobin normal sebesar 21 orang (77,8%). 2) Responden yang tidak
sarapan memiliki kadar hemoglobin normal sebesar 14 orang (51,9%). 3) Dan komparatif
kadar hemoglobin pada remaja yang sarapan dan tidak sarapan setelah di uji T didapatkan
nilai t hitung (1,068) lebih besar dari pada nilai t tabel (2,290) dengan derajat kebebasan ? =
0,1. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada komparatif antara kadar hemoglobin pada
remaja yang sarapan dan tidak sarapan.
Kata kunci: Kadar Hemoglobin, Remaja, Sarapan.