Abstract :
Sebagian besar orang tua meyakini bahwa adanya demam selalu disertai dengan suatu
penyakit, sehingga hal ini mengakibatkan mereka fobia demam. Menurut anggapan mereka
demam merupakan sesuatu yang membahayakan dan langkah yang dilakukan pertama kali
adalah menurunkan demam dengan cepat. Hal ini sering di jumpai pada semua kelompok
sosial ekonomi. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan persepsi ibu dengan
perilaku penggunaan kompres hangat untuk menurunkan demam pada anak di TK Tri
Bhakti, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Responden dalam penilitan ini sebanyak
30 orang. Desain penelitian menggunakan analitik corelational dengan pendekatan cross
sectional. Populasinya semua ibu yang anaknya bersekolah di TK Tri Bhakti Desa Sudimoro
Kecamatan Megaluh kabupaten Jombang yang diambil menggunakan teknik simple random
sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah persepsi ibu dan variabel
dependen adalah perilaku penggunaan kompres hangat untuk menurunkan demam pada
anak. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan dilanjutkan dengan uji
statistik rank spearman. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden memiliki
persepsi yang positif sebanyak 17 orang (56,7%). Dari 17 orang yang berperilaku positif
dalam penggunaan kompres hangat untuk menurunkan demam sebanyak 8 orang (42,1%)
dan 9 orang (81,8%) berperilaku negatif. Hasil analisa melalui uji rank spearman dengan
SPSS, pada taraf kesalahan 5% dan nilai p sebesar 0,03, dimana p = 0,03< 0,05 maka H 1
diterima atau H
0 ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan persepsi ibu
dengan perilaku menggunakan kompres hangat untuk menurunkan demam pada anak.